Kimia

Semaga blog ini bermanfaat...

Selasa, 02 Desember 2014

Bahasa indonesia

MAKALAH BAHASA INDONESIA
TENTANG SEJARAH PERKEMBANGAN, KEDUDUKAN, FUNGSI DAN RAGAM BAHASA INDONESIA


Disusun oleh kelompok 1:
1.    Irmayani Octadina
2.    Nurhidayanti
3.    Ulfa Rahmi
4.    Zakia Maulina


1A D-III GIZI
POLTEKKES KEMENKES PADANG
2014/2015



KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Tuhan pencipta alam semesta beserta makhluk ciptaan-Nya, salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Yang telah membawa seluruh umat Islam dari zaman yang penuh kesesatan menuju zaman yang penuh rahmat.
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dalam mata kuliah Bahasa Indonesia, dan untuk mengembangkan kemampuan dalam penyusunan makalah, maka dengan segenap yang kami miliki dengan menghaapkan  ridha Allah SWT maka tersusunlah makalah yang masih sangat sederhana ini.
Dan kami ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dalam mata kuliah “Bahasa Indonesia” yang telah meemberikan kesempatan kepada kami untuk melatih dan mengukur kemampuan kami tentang mata kuliah ini.
Kami selaku penulis dan penyusun  makalah ini sadar bahwa makalah ini masih terdapat banyak kesalahan-kesalahan baik dalam hal penulisan maupun dalam hal penyusunan atau yang lainnya, maka dari itu kami mengharapkan saran dan kritik dari pembaca agar kami bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi. Kami juga berharap buku ini bermanfaat bagi pembaca maupun bagi kami yang menyusun. Amin ya robbal’alamin.


Padang, 26 Agustus 2014


Penulis






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                                                                                              v
DAFTAR ISI                                                                                                              vi

BAB 1 PENDAHULUAN                                                                                        1
A.    Latar Belakang Masalah                                                                            1
B.     Rumusan Masalah                                                                                     1
C.     Tujuan Penulisan                                                                                       1

BAB 2 PEMBAHASAN                                                                                           2
A.    Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia                                                 2
B.     Kedudukan Bahasa Indonesia                                                                  4
C.     Fungsi Bahasa Indonesia                                                                          4
D.    Ragam Bahasa Indonesia                                                                          5

BAB 3 PENUTUP DAN SARAN                                                                            6

DARTAR PUSTAKA                                                                                                            7






BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang Masalah
     Pada zaman sekarang masih banyak mahasiswa yang tidak tahu sejarah perkembangan, kedudukan, fungsi, dan ragam bahasa Indonesia.
     Oleh kerena itu penulis ingin mengajak pembaca untuk lebih tahu dan memahami mengenai sejarah perkembangan, kedudukan, fungsi, dan ragam bahasa Indonesia.  
B.     Rumusan Masalah

1.      Jelaskan perkembangan bahasa indonesia!
2.      Bagaimana kedudukan bahasa indonesia?
3.      Apa fungsi bahasa indonesia?
4.      Apa ragam-ragam bahasa indonesia?

C.     Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui sejarah perkembangan, kedudukan, fungsi dan ragam-ragam bahasa Indonesia.







BAB II
PEMBAHASAN

A.    Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia
     Bahasa Indonesia yang kita kenal sekarang berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia berkembang dan dikembangkan dengan modal utamanya adalah bahasa Melayu yang penutur aslinya di tanah Melayu yakni sebagian besar daratan pulau Sumatera dan daratan Malaysia sekarang.
     Pertumbuhan bahasa Melayu yang di yakini banyak orang telah menjadi bahasa Indonesia di wilayah penutur kepulauan Nusantara dapat dikemukakan dengan rumusan metematika: BM + bd + ba. Artinya, modal utama bahasa Indonesia sekarang adalah bahasa Melayu (Grafem BM kapital); kemudian bahasa Melayu itu diperkaya dengan sebagian kecil kosakata bahasa daerah dan sebagian kecil kosakata bahasa asing (bd dan ba dengan grafem kecil). Pemerkayaan bahasa Melayu yang dipakai pada masa sebelum kemerdekaan di sebagian besar wilayah Nusantara juga
     Dengan demikian, bahasa Indonesia sekarang adalah bahasa yang berkembang dari telah diperkaya oleh bahasa daerah dan bahasa asing.bahasa Melayu. Artinya bahasa Melayu adalah dasar bahasa Indonesia sekarang. Secara resmi pengikraran bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia telah diptrikan melalui Sumpah Pemuda tanggal 28  Oktober 1928. Hal tersebut diungkapkan dengan ikrar ketiga pemuda dan pemudi Indonesia yang berbunyi: “kami poetera dan poeteri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.
    Keyakinan banyak orang tentang bahasa Indonesia yang dijunjung tinggi sabagai bahasa persatuan seperti yang diikrar tersebut adalah bahasa Melayu yang telah menjadi bahasa persatan pada masa itu di sebagian besar wilayah Nusantara.hal itu pernah diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalan Kongres Bahasa Indonesia 1 tahun 1939 di Solo (Tim Kamus Pembinaan dan Pengetahuan Bahasa, 1997:xxv) seperti berikut ini.

“Jang dinamakan ‘Bahasa Indonesia’ jaitoe bahasa malajoe jang soenggoengpoeng pokoknja berasal dari ‘Melajoe Riaoe’ akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah ataoe dikoerangi menoroet keperloean zaman dan alam baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakyat di seioeroeh Indonesia; pembaharoen bahasa Melajoe hingga menjadi bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaan Indonesia”.

Senin, 17 November 2014

Oksidimetri



LAPORAN PRAKTIKUM ILMU KIMIA DASAR
OKSIDIMETRI


Dibuat Oleh :
Golongan
10
Firsty Ananditta
Halmaya
Nurhidayanti
Yesty Zuhri




POLTEKKES KEMENKES PADANG
JURUSAN GIZI
2014
/2015






  LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA DASAR


1        Hari/Tanggal                           : Kamis / 23 Oktober 2014
        Judul Praktikum                      : Analisa Oksidimetri / Analisa Permanganometri
3     Tujuan Praktikum                    :
Tujuan percobaan dari praktikum ini yaitu untuk menentukan titrasi redoks secara oksidimetri.
4     Prinsip Dasar                           :  KMnO4 dalam suasana asam akan melepaskan onaxen.
   Onaxen yang dibebaskan akan mengoksidasi .
       Alat                                         :
  • Buret 
  • Balon hisap
  •  Corong 
  • Erlenmeyer
  •  Gelas kimia 
  • Gelas ukur
  •  Mesin penganas 
  • Pipet tetes
  •  Pipet gondok 
  • Thermometer 
  • Tank krus

       Bahan                                      :
  • 1.      Aquades                              
  • 2.      Larutan asam oksalat
  • 3.      H2SO4  4N                                
  • 4.      KMnO4


   Landasan teori                                    :
Oksidimetri merupakan salah satu jenis reaksi kimia yang digunakan analisis volumentrik adalah reaksi oksidasi reduksi. Jenis reaksi ini melibatkan adanya transfer electron antara oksidator dengan reduktor.
Istilah oksidasi mengacu pada setiap perubahan kimia dimana terjadi kenaikan biloks, sedangkan reduksi digunakan untuk setiap penurunan biloks. Oksidator adalah senyawa dimana atom yang terkandung mengalami penurunan biloks. Sebaliknya pada reduktor, atom yang terkandung mengalami kenaikan biloks. Banyak titrasi redoks dilakukan dengan mengunakan indikator warna.
Dalam banyak prosedur analitik, analit ada dalam lebih dari satu keadaan oksidasi dan harus dirubah menjadi keadaan oksidasi tunggal sebelum dilakukan titrasi. Pereaksi redoks yang digunakan harus mampu untuk mengubah analit secara lengkap dan cepat kedalam oksidasi yang diinginkan.
Titrasi redoks merupakan salah satu cara penentuan berbagai senyawa yang mudah, cepat dan tepat. Akan tetapi, sebelum titrasi redoks dapat dijalankan, senyawa yang akan ditentukan harus diubah seluruhnya terlebih dahulu menjadi bentuk tereduksinya atau bentuk oksidasinya. Kalium permanganat merupakan oksidator kuat dalam larutan yang bersifat asam
Ada dua cara perhitungan reaksi oksidasi reduksi:
a.       Berdasarkan atas mol pada persamaan stoikiometri
b.      Berdasarkan cacah electron yang terlibat dalam senyawa oksidator yang dikenal dengan berat ekivalen.

Dalam golongan ini termasuk peniteran kalium permanganat, KMnO4 kadang-kadang dipergunakan pengoksida-pengoksida lain misalnya kalium dikromat. Dalam lingkungan asam 2 molekul permanganate dapat melepaskan 5 atom oksigen(bila ada zat yang dapat dioksidasi oleh oksigen itu).

Penyebab-penyebab kesalahan pada titrasi ini adalah :

a       Larutan peniter KMnO4 pada buret.
Apabila percobaan dilakukan dalam waktu yang lama, larutan KMnO4 pada buret yang terkena sinar akan terurai menjadi MnO2 sehingga pada titrasi akhir akan diperoleh pembentukan presipitat coklat yang seharusnya adalah larutan berwarna merah rosa.
b      Penambahan KMnO4 yang terkaku cepat pada larutan seperti H2C2O4.
Pemberian KMnO4 yang terlalu cepat pada larutan H2C2O4 yang telah ditambahkan H2SO4 dan telah dipanaskan cenderung menyebabkan reaksi antara :


c     Penambahan KMnO4 yang terlalu lambat pada larutan seperti H2C2O4
Pemberian KMnO4 yang terlalu lambat pada larutan H2C2O4 yang telah ditambahkan H2SO4 dan telah dipanaskan mungkin akan terjadi kehilangan oksalat karena membentuk peroksida yang kemudian terurai menjadi air.

                      
       Prosedur Kerja            :

·         Pipet 10 ml larutan asam oksalat, masukan kedalam Erlenmeyer dan tambahkan 5 ml H2SO4 4 N
·         Panaskan sampai suhu 80ͦC lalu ukur menggunakan thermometer dan titrasi.
·         Titrasi berakhir pada saat warna merah muda pertama tidak hilang selama 30 detik. Suhu akhir titrasi harus diatas 60 ͦ C.
·         Lihat perubahan warna titrasi dan hitunglah konsentrasinya.






    Hasil praktikum           :

GOL
VOLUME PENTITER
SUHU AKHIR
1
9,2 ML
40
2
9,2 ML
40
3
9,1 ML
47
4
9 ML
46
5
9,4 ML
52
6
9,3 ML
43
7
9,7 ML
42
8
10,6 ML
50
9
9,6 ML
55
10
8,8 ML
47

(as. Oksalat)    = ( KMnO4)
N1 x V1            = N2 x V2
0,1 N x 10 ml = N2 x 8,8 ml
1 N                  = 98,8 N2
N2                    = 0,1137 N



      Pembahasan                :
Pada percobaan ini, hal pertama yang dilakukan yaitu  mengambil 10,00 ml larutan asam oksalat  yang berfungsi sebagai bahan asam yang akan dititrasi. Kemudian masukkan ke dalam erlenmeyer. Selanjutnya tambahkan 5 ml asam sulfat  4 N di dalam lemari asam karena asam ini merupakan asam kuat dan berbahaya yang fungsinya yaitu selain mengasamkan larutan pada saat titrasi, juga pembentukan asam sulfat. Setelah itu, memanaskannya sampai suhu  80 oC dangan penganas air. Suhu ini digunakan agar kecepatan meningkat saat pembentukan ion mangan (II) yang berfungsi sebagai katalis. Lalu dititrasi  dengan menggunakan kalium permanganate (KMnO4)  sebagai peniter atau oksidator kuat. Dititrasi tetes demi tetes dengan empat kali tetesan  pertamanya lambat, selanjutnya dengan tetesan cepat. Lalu, tetes lagi dengan keadaan lambat sampa titik akhir titrasinya berwarna merah muda. Lihat berapa volume  yang dititrasi serta ukur suhu dengan thermometer. 
Kegiatan ini kami lakukan sebanyak dua kali. Kerena percobaan pertama gagal. Yaitu warna pada titik akhirnya tidak merah muda, ini karena pada saat titrasi jumlah cairan yang ada diburet melebihi dari titik ekivalen, dan KMnO4 yang ada diburet terlalu lama terkena paparan sinar matahari sehingga menyebabkan KMnO4 berubah menjadi MnO4.


        Kesimpulan                 :
Permanganometri merupakan titrasi yang dilakukan berdasarkan reaksi oleh kalium permanganate (KMnO4). Reaksi ini difokuskan pada reaksi oksidasi dan reduksi yang terjadi antara KMnO4 dengan larutan baku tertentu. Titrasi permanganometri harus dilakukan ditempat yang gelap.
Kesimpulan dari praktikum ini yaitu titrasi oksidimetri dilakukan sebanyak dua kali pengulangan. Pada titrasi pertama didapatkan volume KMnO4 sebanyak 8,2  ml dengan suhu akhirnya 40 oC sedangkan pada titrasi kedua didapatkan volume  8,8 mL dengan suhu akhir 47 oC dan hasilnya berwarna merah muda.